RB, Tangerang - Ratusan guru
honorer di Kabupaten Tangerang kembali mendatangi gedung DPRD Kabupaten
Tangerang, Jumat (19/10).
Kedatangan guru honorer untuk kedua
kalinya di pekan ini dalam rangka mengadukan nasib mereka ke wakil rakyat di
Kabupaten Tangerang tersebut. Mereka diterima tiga orang anggota Komisi 1 DPRD
Kabupaten Tangerang di ruang rapat gabungan.
Dalam audiensi itu, guru honorer
yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten
Tangerang dan Forum Guru dan Tenaga Kependidikan (FGTK) Kabupaten Tangerang
meminta Pemkab Tangerang untuk menaikkan honor mereka mengacu kepada Upah
Minimum Kabupaten (UMK) Kabuparen Tangerang.
"Kami mengajukan honor minimal
Rp1,8 juta maksimal sampai mendekati UMK," kata Ali Husni, Sekretaris
FHK2I Kabupaten Tangerang.
lanjut Ali, saat ini honor yang
mereka terima sebesar Rp822 ribu untuk yang mengajar di SD dan Rp840 ribu untuk
yang mengajar di SMP dengan termin pembayaran setiap tiga bulan sekali.
Selain itu, lanjut Ali, beberapa
tuntutan lain yang diajukan diantaranya dicabutnya Kemenpan RB nomor 37 tahun
2018, dibuatkan Peraturan Daerah tentang honorer untuk menjadi payung hukum
honorer di Kabupaten Tangerang, mendapatkan jaminan kesehatan, serta
dilakukan verifikasi data honorer sesuai data Dapodik oleh Dinas Pendidikan dan
dikeluarkannya Surat Keputusan Bupati untuk pengangkatan honorer tersebut.
"Kami sudah mendapatkan
komitmen dari anggota dewan untuk diperjuangkan," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD
Kabupaten Tangerang Aditya Wijaya usai menerima audiensi guru honorer
mengatakan menerima beberapa tuntutan dari guru honorer tersebut.
"Kami akan usahakan untuk
direalisasikan (tuntutan honorer tersebut)," kata Aditya.
Terkait dengan tuntutan kenaikan
upah, Aditya mengatakan menawarkan opsi untuk menaikkan sebesar Rp500 ribu
untuk masa honor sampai 5 tahun, sehingga jumlah yang diterima sebesar Rp1,3
juta. Namun, besaran itu berbeda dengan masa kerja lainnya yang nilainya
mendekati UMK Kabupaten Tangerang.
"Tapi kita harus sesuaikan juga
dengan kemampuan APBD, mengingat jumlah honorer di Kabupaten Tangerang saat ini
8.622 orang," tambahnya. (Mad Sutisna)
Advertisement
