RB, Tangerang - Jajaran
Polsek Panongan, Polresta Tangerang meringkus seorang pria berinisial DS (41),
warga Kampung Pintu Kapuk, Desa Bojong Renged, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang
pada (15/10).
DS ditangkap karena diduga melakukan
penipuan kepada seorang warga yang berkeinginan menjadi anggota polisi. Tak
tanggung-tanggung, dari aksi penipuannya, DS berhasil menipu korban berinisial
TP (55) hingga meraup Rp. 250 juta.
"Dalam aksinya, DS mengaku sebagai
anggota polisi berpangkat AKBP dan bertugas di Densus 88 Mabes Polri,"
kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif, Jumat (19/10).
Bukan hanya itu, ujar Kapolres,
tersangka juga mengaku sebagai tangan kanan pimpinan Polri. Untuk meyakinan
korban, lanjut Kapolres, tersangka memamerkan 3 pucuk senjata air softgun.
Kapolres menjelaskan, peristiwa
penipuan terjadi pada bulan September 2016. Saat itu, korban dan tersangka
bertemu di sebuah pengajian di Kampung Cibatengkok, Desa Peusar, Kecamatan
Panongan, Tangerang.
Korban yang tertarik, kemudian
melanjutkan komunikasi dengan tersangka dan menyerahkan uang sebesar Rp. 250
juta. Hampir setahun setelah menyerahkan uang, namun sampai bulan November
2017, korban tidak kunjung jadi anggota polisi.
"Merasa dirugikan dan ditipu,
korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek Panongan pada 8 Oktober 2018,"
ucap Kapolres.
Mendapat laporan, kepolisian
langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan
bukti. Hingga pada Senin, 15 Oktober 2018, tersangka diringkus di kediamannya.
Dari Penangkapan itu, petugas
mengamankan barang bukti berupa 1 lembar bukti penyerahan dana bimbel TUK Caba
Polri, 1 lembar pemberitahuan bimbel TUK Secaba Polri, 1 unit sepeda motor,
dan3 pucuk senjata air softgun.
"Saat dimintai keterangan,
tersangka mengakui bahwa dirinya telah melakukan penipuan dan penggelapan
dengan modus mengaku sebagai anggota kepolisian agar dipercaya korban,"
tandasnya.
Kapolres mengimbau masyarakat untuk
tidak mempercayai siapa pun yang mengaku bisa mengurus menjadi anggota polisi.
Bila ada orang yang mengaku demikian, Kapolres meminta masyarakat untuk melaporkannya.
(Mad Sutisna)
Advertisement

