RB, Tangerang – Persaudaraan Setia Hati
Terate (PSHT) Ranting Jatiuwung Kota Tangerang mengadakan Kegiatan Bakti Sosial
(Baksos) guna membantu para keluarga korban yang terkena musibah dalam Bencana
di Palu dan Donggala.
Bencana besar yang menimpa Palu, Donggala dan Sigi
pada beberapa pekan lalu, menjadi perhatian khusus bagi masyarakat, dari
pelajar, mahasiswa dan ormas menggelar kegiatan penggalangan dana, untuk mereka
yang terkena musibah.
Seperti yang dilakukan PSHT Ranting Jatiuwung Cabang
Tangerang, yang tergerak untuk membantu meringankan masyarakat indonesia bagian
timur yang terkena musibah, dengan menerjunkan ratusan anggota PSHT untuk
menggelar aksi penggalangan dana yang akan diberikan kepada para korban Palu
dan Donggala
Penggalangan dana yang dilakuan PSHT Ranting
Jatiuwung Kota Tangerang, di Jalan Prabu Siliwangi arah Gatot Subroto Jatiuwung
Kota Tangerang. Jum’at (19/10) siang tadi, adalah yang kedua kalinya dilaksanakan
penggalangan dana pada program Baksos yang sebelumnya dilaksanakan di Jalan
Regency Permata Kota Tangerang.
“Tujuan bakti sosial ini kita lakukan dalam
penggalangan dana, untuk membantu saudara kita yang terkena musibah di Sulawesi
tepatnya di Palu Sigi dan di Donggala. Dengan dana yang sudah terkumpul mudah-
mudahan dapat membantu meringankan saudara kita disana,” kata Sarju Saputro, Ketua
PSHT Ranting Jatiuwung Tangerang.
“Ini kali kedua acara penggalangan dana bagi korban
Palu dan Donggala, semoga hasil dari penggalangan dana ini dapat membantu
meringankan bagi keluarga korban pada musibah bencana alam di Palu dan Donggala,”
lanjutnya.
Sarju menambahkan, bahwa pendistribusian hasil dari
kegiatan tersebut, akan disalurkan melalui jasa pengiriman donasi dari salah
satu penyaluran yang sudah secara resmi direkomendasikan oleh pemerintah.
“Dana yang nanti terkumpun akan di distribusikan kepada
penyalur donasi resmi, agar dana sumbangan dapat sampai sebagaimana mestinya,”
tambahnya.
Sementara itu Eko, salah satu anggota PSHT
mengungkapkan, dalam kegiatan bakti sosial ini PSHT Jatiuwung melibatkan kurang
lebih 100 personel, dalam pelaksanaannya dan saling bergiliran guna menghindari
kelelahan dari masing masing anggota.
”Seratus personel yang kami siapkan dibagi menjadi
dua secara bergiliran antara siang dan malam, besar harapan saya dalam kegiatan
ini tanpa kendala dan sukses, ” kata Eko. (dik)
Advertisement

