RB,
Tangerang - Pelayanan Publik merupakan ujung tombak suatu Pemerintahan
Daerah, jika pelayanannya baik kepada masyarakat pemerintah daerah pun
dianggap baik oleh rakyatnya tanpa terkecuali dan pandang bulu.
Tak terkecuali di Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil, dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan public seksi
Inovasi Pelayanan setiap triwulan atau semester mengadakan penilaian terhadap
petugas pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil.
“ini semua agar memacu kinerja
palayanan, melayani dengan hati selalu berhati-hati dan tidak sesuka hati
dengan senyum, salam, sapa, sopan dan santn,” ujar Syafrudin setelah memimpin
apel pelayanan. Selasa, (9/10/2018).
Kami sampaikan, lanjut syafrudin,
pelayanan kita maksimalkan sesuai dengan kemampun baik pelayanan KTP, KK dan
pencatatan akta kelahiran. Penilainan IKM tingkat Kabupaten untuk
triwulan II Disdukcapil memperoleh peringkat ke-1 dengan nilai 81,91 (predikat
baik) dari 62 OPD.
"Atas dasar pengisian kuisioner
yang dilaporkan setiap bulannya, petugas pelayanan dengan minimal 300
responden. Kita persebahkan TOP 9 Pelayanan Terbaik,” terang Safrudin.
Dalam penilaian terbaik yaitu Ribki
Abdul Gani dengan nilai 8,71 dengan responden sebanyak 488, ternaik ketua Siti
Juhaeriyah dengan nilai 8,39 dengan responden sebanyak 277. Top I dirauh NRia
Nurmuniroh, Top II diraih Lely Rahmawati, Top III Siti Sumiati, Top IV
Trisnawati, Top V Edo Novry, Top VI Teguh Panji Prasetyo, Top VII Syifa Annisa
Faudi, Top 9 pelayanan terbaik ini diberikan penghargaan dan piagam dan terus
dievaluasi dalam pelayanannya.
“Kita terus bekerja melayani
masyarakat, kadang terima protes, kesal dan aduan yang tidak baik dari pelaynan
kita tetap bekerja dengan baik,” ucap Ribki pegawai honorer Dinas Kependudukan
dan Pencatatan sipil yang meraih Top 9.
Dia pun berharap pelayanan kita
didukug dengan pasokan blangko KTP yang memadai, sehingga masyarakat kabupaten
tangerang dapat langsung diproses dan dilayani dengan baik. dengan jumlah
banyak, adapun permintaan dari masyarakat sudah membludak dedangkan pasokan KTP
dari pemerintah pusat tidak memadai.
"Bagai manapun kondisinya kita
harus memberikan pelayanan dengan baik, harus banyak sabar melayani masyarakat
dan dijelaskan prosedur dengan baik,” tutup Ribki. (Mad Sutisna)
Advertisement
